Masa Depan Mobil Bukan Lagi di Mesin, tetapi di Baterai, Wang Chuanfu Jadi Sosok Kunci Industri Kendaraan Listrik
- Reporter : Eka
- Editor : Redaksi
NETIZENBALI.COM – Perkembangan industri otomotif dunia tengah memasuki babak baru. Jika selama lebih dari satu abad persaingan produsen mobil ditentukan oleh kemampuan merancang mesin pembakaran internal, kini masa depan kendaraan justru bergantung pada teknologi baterai.
Perubahan tersebut membuat nama Wang Chuanfu semakin diperhitungkan. Pendiri raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, itu dinilai sebagai salah satu tokoh yang paling memahami teknologi baterai di dunia.
Wang Chuanfu memulai kariernya bukan sebagai pembuat mobil, melainkan sebagai ahli kimia dan pendiri perusahaan baterai pada 1995. Berbekal pengalaman panjang di bidang penyimpanan energi, ia kemudian membawa BYD masuk ke industri otomotif dan menjadikannya salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.
Banyak pengamat industri menilai keunggulan BYD saat ini berasal dari penguasaan teknologi baterai yang menjadi komponen terpenting kendaraan listrik. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian global adalah Blade Battery yang dikembangkan sendiri oleh BYD dan dikenal memiliki tingkat keamanan serta efisiensi yang tinggi.
Dalam berbagai kesempatan, Wang Chuanfu menekankan bahwa kendaraan energi baru merupakan arah masa depan industri otomotif. Filosofi tersebut tercermin dalam transformasi BYD yang kini telah menghentikan produksi mobil berbahan bakar bensin murni dan fokus pada kendaraan listrik serta plug-in hybrid.
“Masa depan mobil bukan lagi di mesin, melainkan di baterai.”
Pernyataan tersebut semakin relevan seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik di berbagai negara. Di tengah persaingan global, sosok Wang Chuanfu dipandang sebagai salah satu tokoh yang paling memahami “jantung” kendaraan listrik modern, yakni teknologi baterai.
Keberhasilan BYD juga menjadi bukti bahwa era baru industri otomotif tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas mesin, tetapi oleh kemampuan mengembangkan baterai yang lebih aman, lebih tahan lama, dan lebih efisien. (Sumber: BYD, berbagai laporan industri otomotif internasional)





Related Articles
- Kemerdekaan Belum Menyapa Nasib Pahlawan Pangan yang Masih Terjebak Kemiskinan
- Di Balik Stan Pijat Pertuni, Ada Kejujuran yang Diam-Diam Menyentuh Hati
- Reorientasi MBG Demi Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Diversifikasi Lokal
- Bupati Adi Arnawa Apresiasi Elron, Siswa Berdarah Prancis-Bali yang Jadi Paskibraka Badung 2026
- Wisnu Bawa Tenaya Dorong Generasi Hindu Jadi Cendekiawan yang Mampu Bersaing di Tingkat Dunia